Cari Blog Ini

Kamis, 28 April 2011

Wuku Shinta Jumat Pahing

Wuku : Shinta (1)
Dewa : Yamadipati – Dewa Pencabut Nyawa.
Tabiatnya pendiam, cemburuan, suka laku prihatin, cerdas dan mau belajar, rapi, tekun bekerja. Wataknya seperti pendita/raja, maunya banyak, keras kepala, tetapi bahagia, kaya harta benda.
Umbul-umbul : memanggul tunggul - suka kesenangan hidup.
Kaki terendam air - perintahnya panas depan dingin belakang.
Pohon : Kendayakan – tempat berteduh bagi orang sakit dan sengsara.
Burung : Gagak - mengerti petunjuk gaib atau kejadian penting yang masih tersembunyi tetapi bakal terjadi.
Gedung : di depan - pamer kekayaan. Bawa umbul-umbul tanda akan mendapatkan kemuliaan.
Lambang : Wulan Karahinan, atau Bulan tersaput awan, tekadnya yang kuat, baik budi, tidak bisa sabaran.
mudah cemburu, kenceng budine, tidak bisa sabar.
Bahaya : tengah tuwuh/setengah umur.
Sesaji : nasi pulen dari beras sefitrah, pindang daging kerbau tanpa menawar.
Doa : tolak bilahi (penolak celaka).
Candranya : Endraprastha - gemar bertapa brata, angkuh, suka kepada kepanditan.
Kolo wuku ditimu laut, Selama 7 sejak slametan, tidak boleh pergi ke arah timur laut.
Hari naas : Senin Pon
Wuku Shinta untuk weton:
Minggu Pahing : Tungle, Sri, Dangu, Lakuning Rembulan, Wasesa Segoro
Senin Pon : Aryang Endra Dangu, Aras Tuding, Sumur Sinaba, Samparwangke
Selasa Wage : Wurukung, Guru Dangu, Lakuning Bumi, Lebu Katiyup Angin
Rabu Kliwon : Paningrom, Yama Dangu, Lakuning Srengenge, Lebu Katiyup Angin
Kamis Legi : Uwas Rudra Jagur, Lakuning Lintang, Satriya Wibowo
Jum;at Pahing : Mawulu Brama Gigis, Lakuning Srengenge, Tunggak Semi Tumuruning Asu Ajag
Sabtu Pon : Tungle Kala Kerangan, Lakuning Banyu, Wasesa Segara, Sapi Gumarang Tumurun ing kandang.





Wuku Shinta Weton Jumat Pahing

Weton : Jum’at Pahing
Neptu : 6 + 9 = 15
Kamarokam : Mantri Sinaroja
Paarasa : Lakuning Srengenge
Pancasuda : Tunggak Semi
Paringklean : Mawulu
Padéwan : Brama
Padangon : Gigis
Sengkan Turunan : Sumengka Asu Ajak
Hari baik : sedang

Watak Jumat : Sukra (Banyu/Udan), Sang Hyang Basuki.
Sasmitanya Katenti nuti jugaya murka ma durhaka,
artinya menuruti kata hati yang emosi itu marah.
Wataknya : dapat kesegaran dan kesuburan, semuanya jadi baik.
Disukai, kuat mental, suka menolong, penasehat, suka belajar, sok suci, seolah bersih.
Jika pergi mandi dulu, juga pulangnya
Watak Pahing : Simbol dan Pasemon Pasaran Cendhana (sangat etungan untung-rugi)
Pahit artinya pahid atau menghadap ke depan, letak di selatan, warnanya merah,
Sifatnya nekat, suka barang orang lain, mendapat untung
Diibaratkan seperti macan, harimau, suka pergi jauh, mandiri, banyak musuh, didahului marah.
Suka mendahului, suka kebersihan, nafsunya dari perempuan, sering ditipu, individualis.
Jika kehilangan sulit kembalinya
Watak Jumat Pahing : Cita-cita tinggi, jujur, sedikit boros. Mudah dimanfaatkan dan emosial.
Watak Neptu15 : Sifatnya Matahari. Wataknya manis bicaranya, mudah mengerti orang, jika bertengkar norak.
Perenung, nafsu makannya besar. kemauan keras, konsisten, sangat hati-hati, cukup rejekinya.
Pandai memimpin, banyak sahabat yang mencintai, asmara kurang serasi, sering cekcok

Hari Naas : Minggu Pon – Jumat Pon – Sabtu Wage.
Hari Baik : Senin Pon.

Paringkelan Mawulu : ringkel wiji – kesialan bibit dan biji
buruknya: Keliru, petualang cinta, tidak baik untuk menanam
baiknya : bagus untuk memburu bibit-bibitan tanaman
Hastawarna Brama : buruknya : Panas
baiknya : Bagus memulai bisnis baru, membuka lahan baru
Padangon Gigis : lambang Bumi – kekuatan penuh
buruknya : jika tidak rela bahaya, sering bersikap sebagai orang jahat
baiknya : pandangannya luas, kuat, penuh daya, bisa mengatasi semua masalah

Rakam Mantri Sinaroja : senang dan bahagia, dihargai lebih tinggi dari yang sebenarnya
Paarasan Lakuning Srengenge : sering mendapat pujian
Pancausda Tunggak Semi : Selalu ada rejeki, berbudi baik, tetapi berjiwa pemberontak.
Sering bertengkar, suka berdebat, mencampuri urusan lain.
Masa tua hidup cukup dan senang. Untuk perkawinan selamat dan berbudi

Sengkan Turunan Sumengka Asu Ajak : banyak berita benar
Hari baik : Hari Baik Pasaran Bulan Mulut

Wuku Sinta Kamis Kamis Legi

Wuku : Shinta (1)
Dewa : Yamadipati – Dewa Pencabut Nyawa.
Tabiatnya pendiam, cemburuan, suka laku prihatin, cerdas dan mau belajar, rapi, tekun bekerja. Wataknya seperti pendita/raja, maunya banyak, keras kepala, tetapi bahagia, kaya harta benda.
Umbul-umbul : memanggul tunggul - suka kesenangan hidup.
Kaki terendam air - perintahnya panas depan dingin belakang.
Pohon : Kendayakan – tempat berteduh bagi orang sakit dan sengsara.
Burung : Gagak - mengerti petunjuk gaib atau kejadian penting yang masih tersembunyi tetapi bakal terjadi.
Gedung : di depan - pamer kekayaan. Bawa umbul-umbul tanda akan mendapatkan kemuliaan.
Lambang : Wulan Karahinan, atau Bulan tersaput awan, tekadnya yang kuat, baik budi, tidak bisa sabaran.
mudah cemburu, kenceng budine, tidak bisa sabar.
Bahaya : tengah tuwuh/setengah umur.
Sesaji : nasi pulen dari beras sefitrah, pindang daging kerbau tanpa menawar.
Doa : tolak bilahi (penolak celaka).
Candranya : Endraprastha - gemar bertapa brata, angkuh, suka kepada kepanditan.
Kolo wuku ditimu laut, Selama 7 sejak slametan, tidak boleh pergi ke arah timur laut.
Hari naas : Senin Pon
Wuku Shinta untuk weton:
Minggu Pahing : Tungle, Sri, Dangu, Lakuning Rembulan, Wasesa Segoro
Senin Pon : Aryang Endra Dangu, Aras Tuding, Sumur Sinaba, Samparwangke
Selasa Wage : Wurukung, Guru Dangu, Lakuning Bumi, Lebu Katiyup Angin
Rabu Kliwon : Paningrom, Yama Dangu, Lakuning Srengenge, Lebu Katiyup Angin
Kamis Legi : Uwas Rudra Jagur, Lakuning Lintang, Satriya Wibowo
Jum;at Pahing : Mawulu Brama Gigis, Lakuning Srengenge, Tunggak Semi Tumuruning Asu Ajag
Sabtu Pon : Tungle Kala Kerangan, Lakuning Banyu, Wasesa Segara, Sapi Gumarang Tumurun ing kandang.







Wuku Shinta Weton Kamis Legi

Weton : Kamis Legi
Neptu : 8 + 5 = 13
Kamarokam : Sanggar Waringin
Paarasa : Lakuning Lintang
Pancasuda : Satriya Wibowo
Paringkelan : Uwas
Padéwan : Rudra
Padangon : Jagur
Sengkan Turunan : -
Hari buruk : -

Watak Kamis : Wrahaspati/Respati (Gelap/Thathit),
Sang Hyang Yama Sasmitanya mamingka renggadikara karananya tuna,
artinya meninggalkan pekerjaan baku menjadi jalan atunan. Wataknya: menakutkan.
Pendirian tak tetap, suka dipuji suka mencacad, mudah emosi.
Mudah terbujuk oleh rayuan halus dan tidak sabaran.. Jika pergi jalan terbuka
Memimpin, bos, bekerja tanpa lelah, kurang rekreasi.
Watak Legi : Simbol dan Pasemon Pasaran Sumendhi ngibarate Ratu Bupati (mengayomi, ikhlas)
Manis artinya membelakangi atau manis, letak di timur, warnanya putih
Sifatnya beban tanggung jawab berat tetapi pasrah.
Diibaratkan seperti kucing lan tikus. Watak kucing awas, menurut, gembira, punya curiga.
Empati pada yang kaya dan miskin.
Watak tikus tidak tidur malam, awas, hati-hati, bingúng sendiri
Pandai membidik targetnya, besar peruntunganya tetapi juga besar halangannya
Watak Kamis Legi : Cita-cita mulia, idenya besar, bisa memperkirakan arah ke depan.
Tabah, berpandangan luas, sering.
Watak Neptu 14 : sifatnya Lintang. Wataknya pendiam dan sabar, tak punya gairah.
Suka kerja malam sedikit tidur, berbakat dagang, tak dapat dihalangi kemauannya.
Enak diajak bicara, baik hati, suka rukun dan damai, bisa sejahtera lahir batin.
Rajin dan tekun berbisnis. Bisa celaka karena dipuji, rada sombong mudah ditipu

Hari Naas : Minggu Pon – Jumat Pon – Sabtu Wage.
Hari Baik : Senin Pon.

Paringkelan Uwas : ringkel kukilo – kesialan burung
buruknya: takabur, pantang membuat sangkar burung dan membeli burung
baiknya : bagus jika berburu burung bebas di alam
Hastawarna Rudra : buruknya : Murah Buja kramane
baiknya : ramah dan penuh rejeki, bagus untuk mencari air kehidupan
Padangon Jagur : lambang Harimau – luwes, kuat tetapi tak pedulian
buruknya : dengki, jika belajar banyak halangan -
baiknya : kuat, luwes, dihormati wong cilik

Rakam Sanggar Waringin : beruntung dan sejahtera, selalu terlindungi dan melindungi
Paarasan Lakuning Lintang : tak bisa tetap, sering pindah kerja/rumah
Pancausda Satriya Wibowo: : Pendiam, berani, jujur hingga disukai atasan.
Kalau jadi pemimpin berwibawa, disegani, dihormati, berbudi luhur.
Banyak peruntungannya, hingga masa tuanya bahagia.
Untuk perkawinan banyak rejeki dan mulia

Minggu, 24 April 2011

Wuku Sinta Senin Pon

Wuku Sinta
Senin Pon
25 April 2011



Wuku : Shinta (1)
Dewa : Yamadipati – Dewa Pencabut Nyawa.
Tabiatnya pendiam, cemburuan, suka laku prihatin, cerdas dan mau belajar, rapi, tekun bekerja. Wataknya seperti pendita/raja, maunya banyak, keras kepala, tetapi bahagia, kaya harta benda.
Umbul-umbul : memanggul tunggul - suka kesenangan hidup.
Kaki terendam air - perintahnya panas depan dingin belakang.
Pohon : Kendayakan – tempat berteduh bagi orang sakit dan sengsara.
Burung : Gagak - mengerti petunjuk gaib atau kejadian penting yang masih tersembunyi tetapi bakal terjadi.
Gedung : di depan - pamer kekayaan. Bawa umbul-umbul tanda akan mendapatkan kemuliaan.
Lambang : Wulan Karahinan, atau Bulan tersaput awan, tekadnya yang kuat, baik budi, tidak bisa sabaran.
mudah cemburu, kenceng budine, tidak bisa sabar.
Bahaya : tengah tuwuh/setengah umur.
Sesaji : nasi pulen dari beras sefitrah, pindang daging kerbau tanpa menawar.
Doa : tolak bilahi (penolak celaka).
Candranya : Endraprastha - gemar bertapa brata, angkuh, suka kepada kepanditan.
Kolo wuku ditimu laut, Selama 7 sejak slametan, tidak boleh pergi ke arah timur laut.
Hari naas : Senin Pon
Wuku Shinta untuk weton:
Minggu Pahing : Tungle, Sri, Dangu, Lakuning Rembulan, Wasesa Segoro
Senin Pon : Aryang Endra Dangu, Aras Tuding, Sumur Sinaba, Samparwangke
Selasa Wage : Wurukung, Guru Dangu, Lakuning Bumi, Lebu Katiyup Angin
Rabu Kliwon : Paningrom, Yama Dangu, Lakuning Srengenge, Lebu Katiyup Angin
Kamis Legi : Uwas Rudra Jagur, Lakuning Lintang, Satriya Wibowo
Jum;at Pahing : Mawulu Brama Gigis, Lakuning Srengenge, Tunggak Semi Tumuruning Asu Ajag
Sabtu Pon : Tungle Kala Kerangan, Lakuning Banyu, Wasesa Segara, Sapi Gumarang Tumurun ing kandang.


Wuku Shinta Weton Senin Pon

Weton : Senin Pon
Neptu : 4 + 7 = 11
Kamarokam : Demang Kandhuruhan
Paarasa : Aras Tuding
Pancasuda : Sumur Sinaba
Paringkelan : Aryang
Padéwan : Endra
Padangon : Dangu
Sengkan Turunan : -
Hari Buruk : Samparwangke

Watak Senin : Soma (Rembulan), Sang Hyang Candra sasmitanya
Waktra kanisanri netro awinde budaya artinya budinya tidak tampak di mata.
Wataknya : Jika perubahan, ada pujian. Welasan, tidak pelit, ikhlas, boros
Pembela kebenaran, mudah tersinggung, tidak pandai bicara, penuh harapan.
Keluar rumah mudah terpengaruh, dengan jimat jadi beres
Watak Pon : Simbol dan Pasemon Pasaran Samahita lakuning utusan (petuahnya diturut, serius)
Petak artinya tidur, letaknya di barat, warnanya hijau pupus, kuning, biru.
Sifatnya kuat jika punya permohonan baik budi, bicaranya dituruti.
Diibaratkan seperti kambing, perginya dekat, tidak merugikan orang kecuali keluarga sendiri,
Suka marah-marah kepada keluarga, kurang nalar, berpikir pendek, berani pada perawatnya.
Jika punya keberanian tidak bisa dilawan, cukup rejekinya
Watak Senin Pon : Bisa apa saja sesulit apapun. Wawasan luas. Pintar memendam rahasia
Watak Neptu 11 : sifatnya Ngaras Tuding / Lakunya Setan.
Wataknya berani pergi malam hari, suka menjual barang milikinya, ngiri harta tetangga.
Baik hati, percaya diri dan pemberani. Welas, suka memberi, jika kekurangan mau berbuat buruk.

Hari Naas : Minggu Pon – Jumat Pon – Sabtu Wage.
Hari Baik : Senin Pon.

Paringkelan Aryang : ringkel godhong – daun – kesialan bagi daun:
buruknya: watak mangkir dan buat malu orang. Pantang menanam pohon/tanaman yang dimanfaatkan daunnya seperti teh.
Baiknya : Bagus memburu daun-daunan dan sayur-sayuran
Hastawarna Endra : buruknya : angkuh
baiknya : nastiti, bagus untuk menuntut ilmu
Padangon Dangu : lambang Batu – semuanya berjalan lambat tetapi senang
buruknya : tidak ikhlas, pendiam tetapi keras

Rakam Demang Kandhuruhan : semua yang dikerjakan gagal, mandeg, cerai hidup/mati, banyak cobaan
Paarasan Aras Tuding : selalu menyejukkan
Pancausda Sumur Sinaba : welasan, pelindung orang kecil, banyak temannya, banyak famili, polos, jujur.
Sederhana, tulus, adil, bijak tetapi sering ngurus orang lain.
Jika menantu anak wanita bahagia
Sengkan Turunan : -
Hari Buruk Samparwangke : kesandung mayat. Wataknya akan menemui kesusahan yang tidak mengenakkan hati.
Pengaruhnya pada manusia sering mendapat kesulitan yang tidak terduga.
Pantang senggama

Wuku Sinta Minggu Pahing

Wuku Sinta Minggu Pahing
Lahir tanggal 24 April 2011


Wuku : Shinta (1)
Dewa : Yamadipati – Dewa Pencabut Nyawa.
Tabiatnya pendiam, cemburuan, suka laku prihatin, cerdas dan mau belajar, rapi, tekun bekerja. Wataknya seperti pendita/raja, maunya banyak, keras kepala, tetapi bahagia, kaya harta benda.
Umbul-umbul : memanggul tunggul - suka kesenangan hidup.
Kaki terendam air - perintahnya panas depan dingin belakang.
Pohon : Kendayakan – tempat berteduh bagi orang sakit dan sengsara.
Burung : Gagak - mengerti petunjuk gaib atau kejadian penting yang masih tersembunyi tetapi bakal terjadi.
Gedung : di depan - pamer kekayaan. Bawa umbul-umbul tanda akan mendapatkan kemuliaan.
Lambang : Wulan Karahinan, atau Bulan tersaput awan, tekadnya yang kuat, baik budi, tidak bisa sabaran.
mudah cemburu, kenceng budine, tidak bisa sabar.
Bahaya : tengah tuwuh/setengah umur.
Sesaji : nasi pulen dari beras sefitrah, pindang daging kerbau tanpa menawar.
Doa : tolak bilahi (penolak celaka).
Candranya : Endraprastha - gemar bertapa brata, angkuh, suka kepada kepanditan.
Kolo wuku ditimu laut, Selama 7 sejak slametan, tidak boleh pergi ke arah timur laut.
Hari naas : Senin Pon
Wuku Shinta untuk weton:
Minggu Pahing : Tungle, Sri, Dangu, Lakuning Rembulan, Wasesa Segoro
Senin Pon : Aryang Endra Dangu, Aras Tuding, Sumur Sinaba, Samparwangke
Selasa Wage : Wurukung, Guru Dangu, Lakuning Bumi, Lebu Katiyup Angin
Rabu Kliwon : Paningrom, Yama Dangu, Lakuning Srengenge, Lebu Katiyup Angin
Kamis Legi : Uwas Rudra Jagur, Lakuning Lintang, Satriya Wibowo
Jum;at Pahing : Mawulu Brama Gigis, Lakuning Srengenge, Tunggak Semi Tumuruning Asu Ajag
Sabtu Pon : Tungle Kala Kerangan, Lakuning Banyu, Wasesa Segara, Sapi Gumarang Tumurun ing kandang.


Wuku Shinta Weton Minggu Pahing

Weton : Minggu Pahing
Neptu : 5 + 9 = 14
Kamarokam : Nuju Pati
Paarasa : Lakuning Rembulan
Pancasuda : Wasesa Segara
Paringkelan : Tungle
Padéwan : Sri
Padangon : Dangu
Sengkan Turunan : -
Hari baik : Hari baik Sri Tumpuk

Watak Minggu : Radhite (Matahari), Sang Hyang Surya sasmitanya Mawi sata kadaluwarsa waluyalaya
Artinya pergi bepergian. Watanya tetap, menerangi, berwibawa, menghidupi.
Panas, pandai bergaul, disukai, berjiwa besar, suka merendahkan, dapat mengatasi masalah.
Jika keluar harus berdoa dulu
Watak Pahing : Pahit artinya pahid atau menghadap ke depan, letak di selatan, warnanya merah,
Sifatnya nekat, suka barang orang lain, mendapat untung
Diibaratkan seperti macan, harimau, wataknya suka pergi jauh, mandiri, banyak musuh,
Jika didahului marah, suka mendahului,
Suka kebersihan, nafsunya dari perempuan, sering ditipu, jika kehilangan sulit kembalinya
Watak Minggu Pahing : Bisa apa saja sesulit apapun. Wawasan luas. Pintar memendam rahasia
Watak Neptu 14 : Sifatnya Rembulan. Wataknya bisa mengerjakan aneka pekerjaan, cerdas, dituruti orang.
Baik budinya, tetapi agak pemalu. Tidak kaya.rendah hati, serba bisa, sering dibantu sesama.
Hari Naas : Minggu Pon – Jumat Pon – Sabtu Wage.
Hari Baik : Senin Pon.
Paringkelan Tungle : ringkel godhong – daun – kesialan bagi daun:
buruknya: watak mangkir dan buat malu orang.
Pantang menanam pohon/tanaman yang dimanfaatkan daunnya seperti teh.
Baiknya : Bagus memburu daun-daunan dan sayur-sayuran
Padewan : buruknya: pantang hutang piutang
baiknya : Welas asih, penuh cinta kasih, bagus untuk investasi
Padangon Dangu : lambang Batu – semuanya berjalan lambat tetapi senang
buruknya : tidak ikhlas, pendiam tetapi keras
baiknya : bisa berilmu jika niat
Rakam Nuju Paji : semua yang dikerjakan gagal, mandeg, cerai hidup/mati, banyak cobaan
Paarasan Lakuning Rem bulan : selalu menyejukkan
Pancausda Wasesa Segara : Pemaaf, lapang dada, suka berbuat baik, berwibawa, teliti, hati-hati.
Jujur dan terbuka, disiplin dan tenggang rasa.
Marahnya dahsyat, pandangan luas, spekulan dan sukses banyak rejeki.
Untuk perkawinan kaya harta dan kerabat, luas budinya