Sesaji Bayi Lahir
Jika ada kelahiran bayi lalau hari itu juga dibancaki / diselamati, jika dengan sederhana hanya diselami bubur merah putih. Bubur beras direbus sampai lembek, diberi santan dan garam. Bubur merahnya diberi gula jawa, dan bubur putihnya tetap begitu.
Jika diselamati secara lengkap disebut ‘Slametan Brokohan’, sesaji sbb:
- telur ayam jawa sebanyak neptu hari dan pasarannya
- dawet gula jawa
- nasi putih lauk daging dan jerohannya beserta sebiji matanya daging itu (sapi)
- pecel le ngkap
- sayur menir
Rabu, 03 Juni 2009
Sesaji Cepat Mantu
Sesaji Cepat Mantu
Sesaji ini namanya MANTON LORO BLONYO. Diadakan upacara ini karena memang sangat ingin putera-puterinya segera menikah dengan alas an tertentu.
Agar keinginannya bias kesampaian, maka diadakan upacara manton tiruan. Ini sebagai pertanda keinginan kuat agar segera bisa mengadakan pesta mantu mengingat anaj-anak mereka sudah waktunya menikah.
Berbagai cara bisa dilakukan. Tetapi dalam upacara adapt Jawa kuno, ada beberapa cara al:
A. Buat dua boneka yang didandani baju penganten.dengan hiasan lengkap seperti penganten Jawa.
B. Adakan upacara pokok beruapa daup (mempertemukan) penganten berupa dua boneka penganten tadi, lalu disertai suara gamelan kodong ngorek, didudukan di daup kencana atau kursi pelaminan.
C. Acara penyerta manton loro blonyo seperti mengadakan perhalatan sesungguhnya, yakni, sebarkan undangan (sedikit saja), juga banyak tamu datang, menerima sumbangan, mengadakan hiburan dan pasugatan seperti benar-benar menantu.
Adapun acaranya sbb:
1. Memetik pisang manton suluhan dan memakannya.
Ayah dan ibu hanya perlu memetik pohon pisang yang sudah suluh, lalau memakannya. Buah pisangnya sebaiknya pisang raja.
2. sesaji nasi tumpeng penganten dibagikan kepada semua tamu undangan (tamu dan sanak famili). Lalu ayah dan ibu mengambil sisa-sisa nasi tumpeng penganten ini dan memakannya. (ayah ibu jangan makan dulu sebelum para tamu menghentikan makannya).
3. ayah dan ibu menganbil bunga melati putih yang dikalungkan pada keris pengantin, lalu menyimpan bunga ini secara hati-hati jangan sampai hilang.
4. memertemukan pengantin laki dan perempuan yang masih berupa boneka dalam sebuah upacara manton tiruan.
Sesaji ini namanya MANTON LORO BLONYO. Diadakan upacara ini karena memang sangat ingin putera-puterinya segera menikah dengan alas an tertentu.
Agar keinginannya bias kesampaian, maka diadakan upacara manton tiruan. Ini sebagai pertanda keinginan kuat agar segera bisa mengadakan pesta mantu mengingat anaj-anak mereka sudah waktunya menikah.
Berbagai cara bisa dilakukan. Tetapi dalam upacara adapt Jawa kuno, ada beberapa cara al:
A. Buat dua boneka yang didandani baju penganten.dengan hiasan lengkap seperti penganten Jawa.
B. Adakan upacara pokok beruapa daup (mempertemukan) penganten berupa dua boneka penganten tadi, lalu disertai suara gamelan kodong ngorek, didudukan di daup kencana atau kursi pelaminan.
C. Acara penyerta manton loro blonyo seperti mengadakan perhalatan sesungguhnya, yakni, sebarkan undangan (sedikit saja), juga banyak tamu datang, menerima sumbangan, mengadakan hiburan dan pasugatan seperti benar-benar menantu.
Adapun acaranya sbb:
1. Memetik pisang manton suluhan dan memakannya.
Ayah dan ibu hanya perlu memetik pohon pisang yang sudah suluh, lalau memakannya. Buah pisangnya sebaiknya pisang raja.
2. sesaji nasi tumpeng penganten dibagikan kepada semua tamu undangan (tamu dan sanak famili). Lalu ayah dan ibu mengambil sisa-sisa nasi tumpeng penganten ini dan memakannya. (ayah ibu jangan makan dulu sebelum para tamu menghentikan makannya).
3. ayah dan ibu menganbil bunga melati putih yang dikalungkan pada keris pengantin, lalu menyimpan bunga ini secara hati-hati jangan sampai hilang.
4. memertemukan pengantin laki dan perempuan yang masih berupa boneka dalam sebuah upacara manton tiruan.
Sesaji Hari
Sesaji Hari
Ada 7 hari, tetapi setiap satu hari punya 5 weton. Hari Minggu punya weton Minggu Pon, Minggu Wage, Minggu Kliwon, Minggu Legi dan Minggu Paing. Demikian pula Senin sampai Sabtu, ada pasaran Pon – Paing. Setiap mau sesaji hari, pasaran tidak terpengaruh. Sesaji hari ini amat baik untuk peruntungan anda:
Sesaji Harian :
Minggu : Nasi liwet / gurih, doanya Rasul
Senin : Nasi punar, doa qunnut
Selasa : Bubur mera, bubur baro-baro, jajan pasar, doa Barik
Rabu : Nasi tumpeng gudangan, doa Slamet
Kamis : Nasi Wuduk, doa Slamet
Jum’at : Nasi wuduk, doa Ibrahim
Sabtu : Bubur Sumsum, doa Innanis Saluko
Ada 7 hari, tetapi setiap satu hari punya 5 weton. Hari Minggu punya weton Minggu Pon, Minggu Wage, Minggu Kliwon, Minggu Legi dan Minggu Paing. Demikian pula Senin sampai Sabtu, ada pasaran Pon – Paing. Setiap mau sesaji hari, pasaran tidak terpengaruh. Sesaji hari ini amat baik untuk peruntungan anda:
Sesaji Harian :
Minggu : Nasi liwet / gurih, doanya Rasul
Senin : Nasi punar, doa qunnut
Selasa : Bubur mera, bubur baro-baro, jajan pasar, doa Barik
Rabu : Nasi tumpeng gudangan, doa Slamet
Kamis : Nasi Wuduk, doa Slamet
Jum’at : Nasi wuduk, doa Ibrahim
Sabtu : Bubur Sumsum, doa Innanis Saluko
Sesaji Selamatan
Sesaji Slametan
Sesaji ini bisa dibilang Sesaji Punaran, merupakan sesaji nasi kuning sebagai tanda syukur atas keselamatan dan sukses yang diperoleh dari suatu karir atau cita-cita. Nasi kuning adalah nasi tanak berwarna kuning. Berasnya pilihan, kuningnya dari air kunir. Penyajiannya dilengkapi dengan lauk pauk, abon daging, klengkam, tempe kering dan kripik kentang, dadar telur rajangan, sambel goreng ati, tering daging sapi, timun, krupuk udang yang kesemuanya menjadi perangkat punaran.
Maksud sesaji punaran adalah penyampaian sara syukur, keselamatan, kebahagiaan, dan pembauran rasa bahagian kepada para tetangga dan teman. .
Punaran bisa disajikan dalam bentuk tumpeng, ditempatkan piring besar atai nyiru baru, dilambari daun pisang berhias, tumpengnya ditata apik dandiberi hiasan daun kemangi, telur pindang, tomat, besusu, wortel dll.
Punaran bisa disajikan dalam piring kecil yang ditata apik dan dibagikan pada para tamu.
Punaran bisa pula berbentuk racikan dalam dos untuk dibagikan di tempat lain.
Sesaji ini bisa dibilang Sesaji Punaran, merupakan sesaji nasi kuning sebagai tanda syukur atas keselamatan dan sukses yang diperoleh dari suatu karir atau cita-cita. Nasi kuning adalah nasi tanak berwarna kuning. Berasnya pilihan, kuningnya dari air kunir. Penyajiannya dilengkapi dengan lauk pauk, abon daging, klengkam, tempe kering dan kripik kentang, dadar telur rajangan, sambel goreng ati, tering daging sapi, timun, krupuk udang yang kesemuanya menjadi perangkat punaran.
Maksud sesaji punaran adalah penyampaian sara syukur, keselamatan, kebahagiaan, dan pembauran rasa bahagian kepada para tetangga dan teman. .
Punaran bisa disajikan dalam bentuk tumpeng, ditempatkan piring besar atai nyiru baru, dilambari daun pisang berhias, tumpengnya ditata apik dandiberi hiasan daun kemangi, telur pindang, tomat, besusu, wortel dll.
Punaran bisa disajikan dalam piring kecil yang ditata apik dan dibagikan pada para tamu.
Punaran bisa pula berbentuk racikan dalam dos untuk dibagikan di tempat lain.
Sabtu, 23 Mei 2009
Sesaji Wuku Shinta, Landep dan Wukir
Wuku : Shinta (1)
Sesaji : nasi pulen dari beras sefitrah, pindang daging kerbau tanpa menawar
Doa : tolak bilahi (penolak celaka)
Bahaya : tengah tuwuh
Saat wuku berjalan : di timur laut menghadap selatan jangan menuju ke arah ini
Wuku Shinta untuk weton:
Minggu Pahing : tungle, sri, dangu, lakuning rembulan, wasesa segoro
Senin Pon : Arya hendra dangu, aras tuding, sumur sinaba, samparwangke
Selasa Wage : warukung, guru dangu, lakuning bumi, lebu katiyup angina
Rabu Kliwon : paningrom, yama dangu, lakuning srengenge, lebu katiyup angina
Kamis Legi : Uwas rudra jagur, kaluning lintang, satriya wibowo
Jum;at Pahing : Mawulu Brama Gigis, lakuning srengenge, tunggak semi asur ajag tumenga
Sabtu Pon : tungle kala keringan, lakuning banyu, wasesa vsegara, sapi gumarang tumurun in g kandang.
-
Wuku : Landhep (2)
Bahaya : kejatuhan kayu
Saat wuku berjalan : di barat hadap timur jangan menuju ke arah ini selama 7 hari
Sesajinya : tumpeng beras sefitrah, lauk daging rusa, digecok, dan dibakar
Labuhan : beras
Doanya : Kabul selamat 4 kali
Candranya : sorot mata yang beriwibawa
Wuku Landhep untuk weton:
Minggu Wage : Aryang Wogan, lakuning angina, satriya wibawa
Senin Kliwon : Warukung Sri Wogan, Aras kembang, satriya wibawa
Selasa Legi : Paningron, Hnedra, Tulus` Lakuning geni, wasesa segara
Rabu Pahing : Uwas Guru Wurung lakuning banyu wasesa seagara taliwangke
Kamis Pon : Wawulu yama, Dadi lakuning srengenge, satriya wirang
Jum’at Wage : Tungle Rudra Dangu Aras Pepet, Sumur Sinaba, Babi Tembalung munggah ing tawang
Sabtu Kliwon : Aryang Brama Jagur lakuning bumi, tunggak semi kethek tumuruning lesung
Wuku : Wukir (3)
Bahaya : Dianiaya
Saat Wuku berjalan : di barat hadap timur jangan menuju ke arah ini
Sesajinya : tumpeng dan ayam putih mulus diingkung, bubur 5 macam
Labuhan : beras
Doanya : Rajukna
Candranya : halus saat dekat dengan bahaya
Wuku Wukir untuk weton:
Minggu Legi : Warukung Kala Aras pepet, Sumur Sinaba, Sri Gati ngawiyat
Senin Pahing : Paningron, Uwas, Kerangan, lakuning lintang, bumi kapetak
Selasa Pon : Uwas, Sri Nohan Aras Pepet, Satriya Wibawa
Rabu Wage : Mawulu Hendra Wogan Aras Tuding Satriya Wibawa
Kamis Kliwon : Tungle, Guru, Tulus lakuning banyu bumi kapetak
Jum’at Legi : Aryang Yama Wurung Arus tuding, Satriya Wibawa
Sabtu Pahing : Wurukung Dadi Lakuning Geni, Satriya Wibawa Asuajag tumurun ing dapur
Sesaji : nasi pulen dari beras sefitrah, pindang daging kerbau tanpa menawar
Doa : tolak bilahi (penolak celaka)
Bahaya : tengah tuwuh
Saat wuku berjalan : di timur laut menghadap selatan jangan menuju ke arah ini
Wuku Shinta untuk weton:
Minggu Pahing : tungle, sri, dangu, lakuning rembulan, wasesa segoro
Senin Pon : Arya hendra dangu, aras tuding, sumur sinaba, samparwangke
Selasa Wage : warukung, guru dangu, lakuning bumi, lebu katiyup angina
Rabu Kliwon : paningrom, yama dangu, lakuning srengenge, lebu katiyup angina
Kamis Legi : Uwas rudra jagur, kaluning lintang, satriya wibowo
Jum;at Pahing : Mawulu Brama Gigis, lakuning srengenge, tunggak semi asur ajag tumenga
Sabtu Pon : tungle kala keringan, lakuning banyu, wasesa vsegara, sapi gumarang tumurun in g kandang.
-
Wuku : Landhep (2)
Bahaya : kejatuhan kayu
Saat wuku berjalan : di barat hadap timur jangan menuju ke arah ini selama 7 hari
Sesajinya : tumpeng beras sefitrah, lauk daging rusa, digecok, dan dibakar
Labuhan : beras
Doanya : Kabul selamat 4 kali
Candranya : sorot mata yang beriwibawa
Wuku Landhep untuk weton:
Minggu Wage : Aryang Wogan, lakuning angina, satriya wibawa
Senin Kliwon : Warukung Sri Wogan, Aras kembang, satriya wibawa
Selasa Legi : Paningron, Hnedra, Tulus` Lakuning geni, wasesa segara
Rabu Pahing : Uwas Guru Wurung lakuning banyu wasesa seagara taliwangke
Kamis Pon : Wawulu yama, Dadi lakuning srengenge, satriya wirang
Jum’at Wage : Tungle Rudra Dangu Aras Pepet, Sumur Sinaba, Babi Tembalung munggah ing tawang
Sabtu Kliwon : Aryang Brama Jagur lakuning bumi, tunggak semi kethek tumuruning lesung
Wuku : Wukir (3)
Bahaya : Dianiaya
Saat Wuku berjalan : di barat hadap timur jangan menuju ke arah ini
Sesajinya : tumpeng dan ayam putih mulus diingkung, bubur 5 macam
Labuhan : beras
Doanya : Rajukna
Candranya : halus saat dekat dengan bahaya
Wuku Wukir untuk weton:
Minggu Legi : Warukung Kala Aras pepet, Sumur Sinaba, Sri Gati ngawiyat
Senin Pahing : Paningron, Uwas, Kerangan, lakuning lintang, bumi kapetak
Selasa Pon : Uwas, Sri Nohan Aras Pepet, Satriya Wibawa
Rabu Wage : Mawulu Hendra Wogan Aras Tuding Satriya Wibawa
Kamis Kliwon : Tungle, Guru, Tulus lakuning banyu bumi kapetak
Jum’at Legi : Aryang Yama Wurung Arus tuding, Satriya Wibawa
Sabtu Pahing : Wurukung Dadi Lakuning Geni, Satriya Wibawa Asuajag tumurun ing dapur
Sabtu, 16 Mei 2009
Sesaji Bulanan Ibu Hamil yang Pertama
Sesaji Ibu Hamil yang Pertama
Ibu hamil pertama kali perlu diselamati dan diberi sesaji setiap bulannya sbb:
Bulan 1 : bubur sumsum
Bulan 2 :
a. tumpeng gudangan berjumlah ganjil
b. bubur merah dan putih
c. bubur katul disisiri gula jawa dan kelapa parut
d. pepes kenthel (bubur tepung beras dikukus)
e. jajan pasar dan bunga setaman
Bulan 3 : sama dengan selamatan 2 bulanan
Bulan 4 :
a. Nasi punar (nasi santan kuning daging, jerohan, sebiji mata)
b. Apem
c. Kupat janur
Bulan 5 :
a. nasi gudangan
b. uler-uleran (tepung campur air di beri warna warni dibuat seperti ular)
c. ketan aneka warna dan enten-enten
d. bancakan dengan takir dan janur kuning isinya: nasi punar dan lauk ditambah makanan ringan dan rujak
Bulan 6 : apem juruh santan
Bulan 7 : Tingkeban ageng
Bulan 8 : bulus angrem (klepon ditutupi serabi: kleponnya telur, serabinya bulus)
Bulan 9 : bubur procot (tepung beras, santan dan pisang
Bulan 10 : jika belum lahir diselamati bubur plencing (lihat sesaji bubur Plencing)
Ibu hamil pertama kali perlu diselamati dan diberi sesaji setiap bulannya sbb:
Bulan 1 : bubur sumsum
Bulan 2 :
a. tumpeng gudangan berjumlah ganjil
b. bubur merah dan putih
c. bubur katul disisiri gula jawa dan kelapa parut
d. pepes kenthel (bubur tepung beras dikukus)
e. jajan pasar dan bunga setaman
Bulan 3 : sama dengan selamatan 2 bulanan
Bulan 4 :
a. Nasi punar (nasi santan kuning daging, jerohan, sebiji mata)
b. Apem
c. Kupat janur
Bulan 5 :
a. nasi gudangan
b. uler-uleran (tepung campur air di beri warna warni dibuat seperti ular)
c. ketan aneka warna dan enten-enten
d. bancakan dengan takir dan janur kuning isinya: nasi punar dan lauk ditambah makanan ringan dan rujak
Bulan 6 : apem juruh santan
Bulan 7 : Tingkeban ageng
Bulan 8 : bulus angrem (klepon ditutupi serabi: kleponnya telur, serabinya bulus)
Bulan 9 : bubur procot (tepung beras, santan dan pisang
Bulan 10 : jika belum lahir diselamati bubur plencing (lihat sesaji bubur Plencing)
Sesaji Memendam Ari-ari
Sesaji Mengubur Ari-ari
Ari-ari menurut kepercayaan Jawa sebenarnya merupakan saudara kembar manusia, tetapi hidupnya berada di tempat yang berbeda. Maka memendam atau mengubur Ari-ari tidak ubahnya seperti mengubur orang, sehingga diperlukan suatu upacara khusus.
Tata caranya, Ari-ari diberi tempat pada sebuah kendil yang baru. Di dalamnya ditaruh :
- diberi alas daun senthe lalu diisi: kembang boreh, kunir, minyak wangi, garam, benang, jarum jahit, gere pethek, gantal konyeh, kemiri, gepak jedhul, uang, tulisan huruf jawa/arab dan doa-doa. Lalu ditutup lemper rapat, dibungkus kain mori.
- Ada Ari-ari yang dilabuh
- ada yang dipendam atau dikubur
- Ada yang digantung di depan rumah, lalu dilabuh di sungai jika bayinya sudah balita/dewasa, anak itu sendiri yang melabuhnya.
- Jika dipendam, yang menguburkannya adalah ayahnya sendiri dengan berpakain bagus, jawa lengkap
- Saat dipendam, beri lampu jika malam tiba sampai bayi puput.
- Di setiap wetonnya, Ari-ari tadi diberi kembang telur (bunga tiga warna).
Ari-ari menurut kepercayaan Jawa sebenarnya merupakan saudara kembar manusia, tetapi hidupnya berada di tempat yang berbeda. Maka memendam atau mengubur Ari-ari tidak ubahnya seperti mengubur orang, sehingga diperlukan suatu upacara khusus.
Tata caranya, Ari-ari diberi tempat pada sebuah kendil yang baru. Di dalamnya ditaruh :
- diberi alas daun senthe lalu diisi: kembang boreh, kunir, minyak wangi, garam, benang, jarum jahit, gere pethek, gantal konyeh, kemiri, gepak jedhul, uang, tulisan huruf jawa/arab dan doa-doa. Lalu ditutup lemper rapat, dibungkus kain mori.
- Ada Ari-ari yang dilabuh
- ada yang dipendam atau dikubur
- Ada yang digantung di depan rumah, lalu dilabuh di sungai jika bayinya sudah balita/dewasa, anak itu sendiri yang melabuhnya.
- Jika dipendam, yang menguburkannya adalah ayahnya sendiri dengan berpakain bagus, jawa lengkap
- Saat dipendam, beri lampu jika malam tiba sampai bayi puput.
- Di setiap wetonnya, Ari-ari tadi diberi kembang telur (bunga tiga warna).
Langganan:
Postingan (Atom)