Cari Blog Ini

Selasa, 31 Maret 2009

Asal-usul Pasar-pasar di Solo

Pasar Kuno di Solo

Dongeng pasar di Solo sangat unik. Keunikan itu kini hanya ditemukan di Pasar Legi Solo. Bakul-bakul atau pedagang mbok-mbok dari desa, membawa dagangannya dari desa ke Pasar Legi. Jika sekarang semuanya diangkut dengan mobil, andong atau motor, dulu sangat unik.

Mbok-embok itu diiringi beberapa lelaki, berjalan beriring-iringan menggendong hasil buminya. Selalu ada iringan yang membawa obor, sebab mereka berangkat dari desa jam 2 malam. Sehingga dari jauh sudah tampak barisan obor yang berjalan sambil ceriwis, apalagi simbok-simbok ikut ke pasar, biasanya mulut mereka tak bisa diam menambah barisan bakul pagi ini.

Mereka berjalan berbaris satu persatu, tidak ada yang berjejer apalagi bergandengan, meski itu antara suami isteri anak dengan anak-anaknya. Mereka pergi ke pasar dengan baju kebaya seadanya dan kain bawah jaritan. Ada yang menggendong dagangannya, ada yang menjijing dengan keranjang tas, ada pula yang disunggi di atas kepala mereka.

Cara berjalannya pun urut aturan, tidak boleh saling mendahului. Jadi seperti barisan semut, beriringan satu persatu. Jika ada si embok yang kebelet pipis, barisan di belakang menunggu hingga si dia selesai pips. Pipisnya pun juga di sembarang tempat. Caranya hanya menarik jaritnya sedikit ke siku kaki lalu ‘thuuuurr’ tanpa jongkok alias kencing berdiri. Rupanya kebiasaan kencing berdiri ini sudah menjadi keahlian tersendiri para bakul, sehingga kain jarik mereka tidak sampai basah. Hingga sekitar tahun 1980-an, bakul-bakul yang menjajakan dagangannya keliling kampung di daerah kota, masih melakukan kebiasaan ‘kencing berdiri di sembarang tempat’. Keunbikan macam itu kini sudah tidak ada lagi. Simbok bakul juga sudah pada malu kencing berdiri. Hihihihi…

1. Pasar Legi

Saat kerajaan Kartasura pindah ke desa Solo, waktu itu belum ada pasar. Sejalan kian ramai desa Solo sebagai ibukota kerajaan, maka pasar-pasar tradisionalpun berdiri. Pasar yang paling mendapat perhatrian adalah Pasar Gede Harjodaksino. Sebenarnya pasar-pasar sebelumnya sudah ada. Bahkan dulu ada pasar Pon, Pasar Wage, Pasar Kliwon, Pasar Pahing dan Pasar Legi. Hingga kini pasar Legi, Pasar Kliwon, Psaar Pon masih ada. Menegnng cerita pasar di kota Solo, mari kita simak pasar-pasar tradisional di Solo.

Pasar Legi berada di selatan Mangkunegaran, tepatnya di jalan S Parman. Hingga kini pasar Legi masih menjadi pasar grosir paling murah. Arealnyapun terus meluas. Jika pagi, pedaganganya sudah menggelar hasil bumi sejak pukul 02.00 dinihari hingga di emper-emper jalan sekitar pasar. Pasar Legi juga melayani penjualan hingga 24 jam.

Mengapa disebut Pasar Legi? Selain pasar ini pertama kalinya digelar pada pasaran Legi 5 hari sekali, pasar inipun lebih banyak menggelar dagangan yang bersifat legi atau manis. Misalnya gula jawa, jagung manis, gula aren, gula batu, gula aren hingga minuman legen. Pasar Legi menjadi pust grosir dagangan tradisional dan hasil bumi. Hampir semua hasil bumi dari daerah Surakarta dan sekitarnya masuk di Pasar Legi.


Pasar yang cukup besar di Solo yang masih berada di Kecamatan Banjarsari adalah Pasar Nusukan. Pasar ini pernah terbakar di jaman walikota Slamet Suryanto, lalu langsung dibangun tahun 2004. Tempatnya di kampong Nusukan. Disebut Nusukan karena dulunya banyak pedagang sate yang pekerjaannya menusuk-nusukkan daging untuk disate.


2. Pasar Kadipiro
Pasar Kadipiro juga di dekat Pasar Nusukan. Daerahnya dekat dengan perlimaan Joglo, dekat dengan makam Bonoloyo. Pasar ini berada di kampung Kadipiro. Daerah ini dinamakan Kadipiro karena daerahnya kering, banyak alang-alang berduri. Ketika dibasmi, gatal-gatal di tubuh sangat sakit amat sangat, tak terkira-kira, yang dalam bahasa Jawa ‘koyo dipiloro ra piro-piro’, sehingga daerah ini disebut Kadipiro.


3. Pasar Ngemplak
Pasar di Banjarsari ini tepatnya berada di jalan Achmad Yani dan jalan Panjaitan. Lebih tepat lagi berada di pinggir tanggul Kalianyar. Suasana pasar masih sangat tradisonal. Pasar ini disebut Pasar Ngemplak karena di daerah ini sangt kering. Tanaman juga hanya alang-alang dan tanaman kurang berguna lainnya sehingga sangat panas. Apalagi jika musim kemarau, lahan disini pana luar biasa hingga disebut orang jawa ‘panase ngenthak-enthak emplak. Maka daerah ini disebut Ngemplak dan pasarnya disebut Pasar Ngemplak.


4. Pasar Nggilingan
Pasar ini masih di Kecamatan Banjarsari, teaptnya di jalan Setyabudi dan jalan S Parman. Pasar tradisional ini cukup lengkap. Disebut pasar Gilingan (lebih akrab disebut Pasar ngGilingan) karena berada di kampung Gilingan. Nama kampong Gilingan diambil akrena di daerah itu dulu ada penggilingan beras.


5. Pasar Widuran
Pasar ini berada di jalan Sutanb Syahrir dan jalan Arifin. Pasar ini hanya berjualan burung dan perlengkapan peliharaan burung. Sejak tahun 1985-an Pasar ini dipindah ke Depok. Pasar burung Widuran pindahn dari Pasar burung di Slompretan Klewer. Meski sudah dipindah, tetapi hingga kini masih banyak pedagang yang berjualan bermacam-macam burung dan perlengkapannya. Nama Pasar Widuran diambil dearah itu yang bernama Widuran. Sebenarnya namanya dari bangsawan keraton Solo yang ngetop pada jamannya, Pangeran Widuro.


6. Pasar Kandang Sapi
Di depan Rumah Sakit dr Oen Jebres, tepatnya di jalan Katamso dan jalan Tentara Pelajar, disini ada Pasar yang murah sekali dagangannya. Masih sangat tradisional dengan jajanan kuno. Pasarnya tidak begitu besar, cukup untuk konsumsi penduduk setempat. Disebut pasar Kandang Sapi karena berada di daerah yang bernama Kandang Sapi. Di daerah ini dulunya banyak penduduk yang beternak sapi segala macam. Ada sapi perah, sapi pedaging, susu sapi hingga makanan sapi.


7. Pasar Ledhoksari
Di dekat pasar Kandang Sapi juga ada pasar yang lumayan besar, meski hanya cukup untuk kebutuhan penduduk setempat. Berada di Kecamatan Jebres tepatnya di jalan Urip Sumoharjo, namanya Pasar Ledhoksari. Karena tergusur oleh gedung-gedung tinggi di jalan abesar itu, pasarnya minggu ke kampong di jalan Johanes dan menjadi Pasar Jebres. Jebres berasal dari seorang Belanda bernama Van der Jeep Reic yang bermukim di daerah Jebres dan karena lidah Jawa menjadi Jebres.


8. Pasar Gede
Ini pasar paling besar di Solo. Disebut juga Pasar Gede. Pasar ini didirikan di jaman PB X. Saat awal, para bakulnya masih memakai kebaya dan kain jarit, sedangkan pedagang prianya mengen akan busana Jawa dan blangkon. Setiap hari keraton akan menarik pajak. Pasar ini dibangun oleh arsitek terkenal dari Eropa yang juga membangun Pasar Semarang dan gedung-gedung indah di Bandung. Pasar Gede disebut juga Paar Harjonegara, maksudnya untuk mengenang bangsawan Harjonegara yang memulai mendirikan Pasar Gede. Awalnya Pasar Gede dibangun di tanah titipan yang dihuni Babah China b erpangkat Mayor yang terkenal Babah Mayor. Ia mendirikan warung-warung kecil yang berjejer hingga Warung Miri (kelompok penjual bumbu pawon) dan Warung Pelem (kelompok penjual buah utamanya mangga). Namun setelah dibangun gedung Pasar, warung-warung diminta masuk Pasar Gede hingga sekarang. Pasar Besar ini pernah terbakar habis sekitar tahun 2000 dan kini sudah dibangun lebih megah lagi.


9. Pasar Singosaren
Dulu di Matahari Singosaren ada pasar tradisional bernama Pasar Singosaren. Setelah bakul-bakulnya dialihkan ke Pasar Kadipolo, pasar Singosaren menjadi pertokoan mewah. Berada di jalan Rajiman dan jalan Diponegoro, kini daerah itu merupakan daerah pertokoan paling ramai di Solo. Nama Singosaren diambil dari nama menantu PB X yang bernama Pangeran Singosari.


10. Pasar Kembang
Mungkin hanya ada di kota Solo suatu Pasar yang hanya menjual bunga-bunga setaman. Dalam perkembangannya, pasar ini akhirnya juga menjual kebutuhan pokok dan dapur. Tetpi pasar yang terletak di Jalan Rajimn ini memang khusus menjadi pasar kembang. DUlunya pedagangnya lebih suka berjualan dengan cara berhamburan di sepanjang pinggir jalan Honggowongso. Maklum pembelinya hanya membeli bunga setaman, sehingga malas parkir dan masuk pasar. Rupanya pembangunan gedung pasar tidak sukses karena penjual bunga merasa sepi pembeli. Pasar ini ramai ketika musim sadranan atau nyekar pada bulan Ruwah, Syawal, Sura dan bulan-bulan dimana banyak orang mantu.


11. Pasar Kadipolo
Rasanya pasar Kadipolo berhubungan erat dengan Pasar Kembang. Maklum hanya selangkah di depannya. Pasar Kadipolo dulunya kecil, tetapi sejak bakul-bakul pasar Singosaen dipindah ke pasar Kadipolo, pasar ini mendadak ramai. Sayangnya lahannya teramat sempit. Beberapa tahun bakulnya berhamburan di sepanajang jalan Rajiman. Kini sudah cukup tertip masuk di pasar Kadipolo dan Pasar Kembang. Nama Kadipolo diambil dari perasaan merasa disakiti amat sangat, dimana orang Jawa menyebut ‘koyo dipiloro dipolo’ sehingga menjadi Kadipolo. Kesakitan ini karena penduduk diminta memberi upeti berupa tanah di Kadipiro untuk pembangunan keraton Surakarta. Tanah ini sebelum disebut Kadipolo bernama tanah Talangwangi. Maklum tanah disini berbau wangi sehingga dipilih PB II untuk mengurug rawa-rawa desa Solo yang akan dibangun keraton Solo.


12. Pasar Penumping
Kea rah bvarat dari Pasar Kadipolo, ada Pasar Penumping. Pasarnya tidak begitu besar, cukup untuk kebutuhan penduduk daerah Penumping dan Baron. Nama Penumping diambil dari abdi dalem kerajaan yang berpangkat Nayaka Penumping, sehingga daerah ini disebut Penumping.


13. Pasar Purwosari
Ini pasar yang berda di sebalik jalan Slamet Riyadi, tepatnya di belakang resto Sari. Pasarnya gede banget, ramai banget, tetapi tidak teratur. Pinggir jalan kampong dipenuhi bakul-bakul. Masuk pasar juga sempit, apalagi jika masuk dari pintu jalan Slamet Riyadi. Di dalam pasar lebih sepi dibandingkan yang di luar pasar di sekujur belakang pasar atau di jalan kampung.


14. Pasar Sangkrah
Berada di kampung Sangkrah, tepatnya di jalan Sambas. Pasar ini sangat ramai di pagi hari. Dekat dengan stasiun Sangkrah. Pasar ini hanya cukup untuk melayani penduduk sekitar. Disebut Pasar Sangkrah karena berada di Kalurahan Sangkrah. Nama Sangkrah tidak lepas dari penemuan mayat yang menyangkut (nyangkrah-Jw) di dahan-dahan pohon bamboo di pinggir sungai. Mayat itu oleh Kyai Solo diketahui sebagai Pangeran Pabelan, putera Tumenggung Mayang yang memacari Puteri Sultan Hadiwijaya jaman tahun 1578-an. Meski pasar ini kecil tetapi cukup komplit plit.


15. Pasar Kliwon
Pasar ini berada jalan Mulyadi. Kini jualannya komplit untuk segala kebutuhan dapur dan rumah tangga. Padahal awalnya, pasar ini hanya menjadi trasitnya pedagang kambing. Setiap pasaran Kliwon, pasar ini sangat ramai, sehingga disebut Pasar Kliwon. Nama Pasar Kliwon menjadi nama Kalurahan dan sekaligus nama kecamatan. Adapun pasar kambing dialihkan ke Silir, bersamaan dengan pasar ayam dan bebek.


16. Pasar Gadhing
Berada di jalan Veteran, pasarnya cukup ramai. Para bakul suka berjualan disini karena mengharapkan dagangannya dimakan Kebo Bule Kyai Slamet milik araja. Jika dagangannya dimakan Kyai Slamet alamat akan mendapat rejeki. Pasar ini berada di kampung Gadhing. Nama Gadhing bukan berasal dari gading gajah, tetapi dari abdi dalem raja yang pekerjaannya gadhingan, yakni orang suci demi kejayaan keratin, utamanya tugas-tugas di saat ada raja yang wafat.


17. Pasar Harjadaksino di Gemblegan
Nama Pasar secara resmi Pasar Harjodaksino, berada di jalan Yos Sudarso dan jalan Dewi Sartika, Danukusuma. Tetapi karena berada di dekat perempatan Gemblegan, lebih popular disebut pasar Gemblegan. Asal nama Gemblegan dari daerah yang ditempati abdi dalem kerajaan yang bertugas kuningan pembuat bokor, tempat kinang atau barang-barang yang berasal dari kuningan. Profesi itu dalam bahasa Jawa disebut Tukang Gemblak, maka daerah itu disebut Gemblegan. Jika ingin mencari makanan kuno makuno yang sangat tradisional, cari di pasar ini, pasti ketemu.


18. Pasar Klewer
Ini pasar kain dan sudah ngetop menjadi pasar Mangga Duanya Solo. Semula merupakan Pasar burung di Slompretan. Nama Slompretan berasal dari plesetan Pakretan, dari asal kata kreta. Dulu banyak kereta yang parkir di Nglorengan ini Karen penumpangnya akan menghadap sang raja. Karena banyak kereta yang parkir, daerah ini lalu disebut Pakretan yang di plesetkan menjadi Slompretan. Nama Nglorengan sendiri berasal dari sinyo Belanda bernama Lourens yang dalam lidah Jawa menjadi Loreng hingga menjadi Nglorengan.
Pasar Klewer kini penuh dengan kain batik Disebut Pasar Klewer diawali banyaknya penjual kain yang tidak punya kios yang dompleng jualan di pasar burung. Maklum pasar burungnya ramai. Simbok pedagang kain jarit, lendang dan kebaya hanya ditaruh di pundak, padahal dagangannya dibuka lembaran. Tak heran dagangannya menjuntai-juntai keleweran di tubuhnya. Si embok penjual kain ini mengejar pembeli agar dagangannya dibeli. Lebih baik beli baju daripada beli burung, kan bapaknya sudah punya burung, kata mereka. Kian hari pedagang kain kelewran ini kian banyak, malah lebih banyak dari pada penjual burungnya, sehingga pedagang burung dpindah ke Pasar Widuran. Akhirnya pedagang keleweran ini dibuatkan gedung pasar dan diberi nama Pasar Klewer sesaui dengan sejarahnya yang kainnya keleweran di pun dak si bakul.


19. Pasar Nangka
Meski namanya Pasar Nangka, tetapi yang menjual nangka hanya sedikit. Maklum disebut pasar Nangka karena dulunya di daerah itu banyak tanaman nangkanya. Kini tidak ada satupun. Meski begitu, dulunya pasar ini memangh special menjual nagka, gori dan kluwih. Pasar ini berada di jalan RM Said komplit dan murah, tetapi pasarnya kecil. Pasar ini kian ramai karena di depan pasar juga ada pasar tanaman hias.


20. Pasar Coyudan
Ini bukan pasar tradisional, tetapi merupakan pertokoan barang-barang kebutuhan sekunder seperti kain, tas, sepatu dll. Sekarang merupakan daerah pertokoan paling ramai di Solo, tepat di jalan Rajiman dan jalan Yos Sudarso. Disebut Pasar Coyudan berasal dari Pangeran Secoyuda yang bermukim di daerah ini.


21. Pasar Triwindu
Pasar ini berada di depan Pasar Pon tepat di jalan Diponegoro. Barang jualannya berupa benda antik. Pasarnya telah direnovasi menjadi salah satu asset pasar paling yahut di Solo. Dulunya bernama Pasar Ya’ik. Berubah menjadi Pasar Triwindu karena menjadi arena peringatan 3 windu jumenenganya Mangkunegoro VII. Akhirnya disebut Pasar Triwindu.



Meski masih ada beberapa pasar lagi, tetapi kecil saja.
Adapun pasar-pasar yang tergusur dan tampil dengan wajah baru adalah sbb:

22. Pasar Dhawung
DUlu berada di kampong Dhawung, tetapi kini sudah menjadi pertokoan yang cukup besar. Disebut pasar Dhawung karena dulu ada penjual jamu dan bahan jamu yang berjualan di bawah pohon dhawung. B akulnya manis, jamunya manjur sehingga banyak pembelinya. Karena kian ramai, banyak bakul yang ikut berjualan disini sehingga akhirnya disebut Pasar Dhawung.

23. Pasar Pon
Disebut Pasar Pon karena ramainya ketika pasaran Pon. Pasarnya sudah hilang, tetapi nama Psar Pon menjadi nama perempatan Pasar Pon yang paling ramai di Solo. Letaknya di perempatan jalan Slamet Riyadi, jalan Diponegoro dan jalan Gatot Subroto.

24. Pasar mBeling
Ini adalah pasarnya barang-barang pecah belah di Solo. Tepatnya berada di sewkitar perempatan jalan Supomo depan SMU Muhammadiyah.

25. Pasar Ngapeman
Dulu banyak yang jualan apem, tepatnya di jalan Slamet Riyadi dan jalan Gajah Mada. Disini juga menjadi pasar sepeda bekas. Kini menjadi hotel Novotel.

26. Pasar Senggol
Di Purwosari, jika malam tiba, jalan Purwosari sederetan dengan Resto Sari selalu penuh oleh penjual kaki lima. Pengunjung buanyak, pasarnya sempit karena berada di pinggir jalan. Maka selalu terjadi senggol-senggolan, sehingga disebut Pasar Senggol.

Masih ada lagi? Tentu masih banyak seiring denagn perkembangan jaman. Siapa yang mau nambah atau merevisi boleh doang. (noni)

Orang Jawa Suka Angka 7

Orang Jawa Angka 7, China 9


Mengapa orang Jawa suka angka 7 daripada angka 9. Ada banyak alasan yang mendasarinya.
1. Dimulai dari bakal orok, walau masih usia 7 bulan dalam kandungan, tetapi sudah dibancaki (diselamati) dalam acara Mitoni atau tingkeban.

2. Usia 7 lapan (35 hari x 7 = 245 hari atau 8 bulan 5 hari) byi disambut dengan upacara tedhak siten.

3. Manusia punya 7 lubang dalam tubuhnya (coba cari dari lubang mana saja)

4. Bidadari turun dari khayangan selalu berjumlah 7 bidadari (Arjunawiwaha dan Bengawan Ciptaning)

5. Kepercayaan bahwa langit ada 7 sap

6. Kepercayaan bahwa surga juga sap 7

7. Daya hidup manusia ada 7 macam akni: rupa, jiwa, kepribadian, hawa nafsu, budi, nafas dan manas.

8. Ada 7 lubang manusia, lubang hidung, lubang mulut, lubang telinga, lubang dubur, lubang pipis, lubang pusar dan lubang pori-pori

(alasan lain dibacutke sesuk....)

Eh, nanya dulu, mengapa orang China suka no 9 atau ci-ciu? Silajkan siapa yang mau ngisi hayooo…

Pengetahuan Populer 2

Ilmu Pengetahuan Populer (2)


Kalender Tertua
- Kalender tertua dibuat tahun 4245 SM di jaman Mesir kuno. Tahun 3529 SM raja Numa Pompilius dari Romawi membuat tanggalan model baru yang menjadi acuan kalender hingga kini.

Rotasi Bumi
- Ukuran perhitungan waktu dihitung berdasarkan perputaran bulan, bumi dan matahari. Dalam 1 hari bumi beredar 360 derajad pada sumbunya. Bulan mengelilingi bumi dalam 30 hari dan bumi mengelilingi matahari dalm 365 hari. Dalam 1 jam bumi beredar pada sumbunya hanya 15 derajad.

Arti Mahatma
- Mohandas Gandhi (1869-1948) pejuang India, baru berjuang untuk negaranya tahun 1915. Sebelumnya ia berjuang bagi persamaan hak di Afrika. Senjata utamanya adalah Trias Politika. Ini mengantar India merdeka dari Inggris. Ia mendpat gelar Mahatma yang berarti Pemimpin yang arif dan suci.

Tower of London
- Bangunan kuno di Inggris yang merupakan benteng dan istana raja, bentuknya menara-menara, dikelilingi oleh tembok tinggi dan parit. William Sang Penakluk adalah pemulai pembangunan gedung-gedung ini. Satu bangunan termegah menyimpan mahkota raja-raja Inggris bernama Tower of London.

Presiden AS Pindah Ibukota
- Presiden AS Goerge Washington adalah presiden yang memindahkan ibukota AS dari Philadelphia ke Washington. Arsitek pembangunan kota Washington adalah pria kulit hitam bernama Benyamin Benneker.

Monalisa Disimpan
- Di Perancis, ada suatu museum piramide kaca yang diarsiteksi orang orang Amerika keturunan China, IP Pei. Namanya piramide kaca itu adalah Pyramide Louvre. Pei mengubahkan bangunan istana kuno yang sudah berdiri 8 abad sebelumnya. Di museum inilah lukisan terkenal Monalisa karya Leonardo da Vinci disimpan.

Monumen Korban Perang Vietnam
- Banyak serdadu Amerika yang tewas ketika perang melawan Vietnam, sehingga dibuatlah sebuah monument peringatan di Washigton DC. Di monument itu tertulis 58.156 orng serdadu AS korban perang Vietnam terukir disana. Tugu ini juga karya arsitek wanita keturunan China Maya Ying Lin, dibuat tahun 1982 dan diberi nama Vietnam Veteran Memorial

Menara Miring Eropa Ada 2
- Kini ada dua (2) menara miring di Eropa. Yang satu menara Piza di Italia dan sebuah menara di Inggris bernama Big-Ben. Sebab utama miringnya menara ini karena pembangunan kereta api bawah tanah, Jubilee Line yang galiannya hanya berjarak 27 meter dari menara. Adapun keistimewaan menara ini adalah adanya 4 buah jam besar untuk waktu seluruh dunia.

Kremlin
- Istana Kremlin adalah symbol kekuasaan dan kekuatan Rusia. Bangunan ini dapat berfungsi sebagai benteng, museum, gereja, sanggar seni, pusat pemerintahan dan arena berpolitik. Dibangun abad 14 oleh Tsar Nicholas dipersembahkan untuk isteri tercintanya,, permaisuri Alexandra.

Air Murni
- Air yang direbus mendidih akan menguap. Jika uap ditampung, ia mengembun. Jika embun menetes dan ditampung lagi, maka air ini disebut air murni.

Minyak Tanah Kuda
- Kuda juga suka menggigit, padahal kuda suka dibelai. Agar tidak digigit kuda, orang perlu melumuri tangan dengan cairan minyak tanah yang baunya tidak disukai kuda.

Kabel Bawah Laut
- Banyak kabel yang melintang di jalanan di berbagai sudud kota dan desa. Kabel itu bernama Overhead Cables. Adapun kabel yang tahan terhadap air laut dan dipakai untuk lintas pulau sebagai kabel bawah laut disebut submarine cables.

Bahan Uang Kertas
- Uang kertas tidak mudah rusak meski dilipat berkali-kali, masuk keluar dompet, berpindah tangan bahkan tercuci. Bahannya terbuat dari kapas murni, diberi water merk ditambah benang pengaman. Menurut standart, uang kertas dapat dipakai sebagai uang kertas jika bisa dilipat hingga 3500 kali dan belum rusak.

Pulau Janggut
- Sebuah pulau di Karibia benama Pulau Barbados, terletak di selatan Suriname AS, terkenal dengan tari Limbonya. Pusat kotanya bernama Bridgeton. Dipandang dari laut, pohon-pohon di daratan pulau itu tampak mirip janggut di dagu, sehingga pulau itu disebut pulau janggut.

(Nyambung Sesuk Maneh yo)

Pengetahuan Populer

Ilmu Pengetahuan Populer (1)

Gunung Kinabalu
- Gunung Kinabalu setinggi 4101 m. Ini gunung tertinggi di pulau Kalimantan. Ada 3 negara di pulau ini, yakni Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam. Gunung Kinabalu masuk wilayah Malaysia.

Puncak Bersalju di Tropis
- Di daerah tropis, hanya dialah satu-satunya puncak gunung yang bersalju. Punak ini merupakan salah satu sati 7 puncak gunung yang paling terkenal didunia karena keindahannya dan sulit didaki. Puncak itu bernama Carsenzs Pyramide, berada di gunung Jayawijaya Negara Indonesia.

Pelangi
- Pelangi merupakan lengkungan warna spectrum di langit dimana matahari se arah dan berhadapan langsung dengan titik air yang sinarnya mebgenai titik itu secara tegak lurus. Hal ini merupakan pemantulan dan pembiasan sinar matahari.

Khyber
- Suatu lintasan terkenal yang emnghubungkan Afganistan, Pakistan dan kawasan Timur lainnya menjadi jalan padang pasir yang indah di ghunung SUlaiman dan gunung Khirtar. Dulu kawasan ini pernah dijelajahi para petualang beberapa abad yang lalu seperti bangsa Yunan I, Mongol, Tartar, Rusia dan IOnggris. Nama lintasan itu badalah Khyber.

Gewrhana Matahari Total
- Gerhana matahari total 11 Juni 1983 yang tampak di Indonesia merupakan sumber cahaya matahari yang terhadang sumber lain yang tak tembus cahaya (bulan). Daerah lintas yang hanya selama 7 menit, akan mengalami gerhana kembali setelah 269 tahun lagi.

25 Juta Ledakan Petir
- Setiap hari terjadi ledakan petir di seluruh dunia. Para peneliti mendapati bahwa dalam setahun terjadi 10 liliar ledakan petir. Jadi dalam 1 hari terjadi 25 juta kali ledakan petir. (PAdahal tiap hujan hanya terdengar 5 kali petir hehehe)

Cuaca
- Cuaca adalah kondisi atfosferik pada suatu tempat pada saat tertentu. Sedangkan angina adalah campuran gas yang menyelimuti bumi dan membentuk atmosfir bumi, terdiri atas 78% nitrogen dan 21 oksigen.

Titik Nadir dan Zenit
- Titik Nadir adalah titik terendah suatu tempat yang mulai bergerak menuju cakrawala. Adapu lawan titik Nadir adalah Titik Zenith.


Sungai Terpanjang
- Ada 3 sungai panjang di dunia yang melebihi 6200 km. Mereka adalah sungai Missisipi di Amerika, sungai Amazon di Amerika Utara dan sungai Nil di Afrika . Yang paling panjang adalah sungai Nil sepanjang 6692 km.

Teratai Lambang Cinta
- Teratai adalah bunga yang dalam kepercayaan Budha merupakan lambang cinta kasih. Bunga ini bersal dari India. Warnanya beraneka dan hidup di atas air.

Bentuk Tubuh S
- Bentuk tubuh seksi sangat menarik. Tetapi di awal XIX orang lebih suka pada bentuk tubuh dengan dada tegak dan pantat menonjol seperti gitar. Bentuk tubuh demikian disebut Bentuk S.

Patung Tampan Daud
- Patung Daud yang dibuat Michaelangelo di Italian ini pernah diserang sebanyak 2 kali oleh orang-orang yang berwajah buruk. Alasannya, patung Daud dibuat dengan menggunakan marmer ini berwajah sangat tampan dengan tonjolan-tonjolan sempurna.

Suku Kate Pigmi
- Di dunia ini ada banyak suka bertubuh cebol. Mereka merupakan suku Kate atau Pigmi. Tingginya rata-rata hanya 120 meter. Biasanya mereka hidup menggerombol di Amerika Latin dan Afrika. Di Afrika mereka hidup di daerah Negrillo dan Negrito, sedangkan di Amerika di Negara Kolombia.

Emas Putih Afrika
- Emas putih dari benua Afrika berupa gading gajah, sebab dari benua ini gading gajah berukuran lebih besar sehingga indah jika dihias dan diukir. Di aaaaAfrika gading gajah dianggap memiliki kekuatan dan dipakai dalam upacara ritual. Namun sejak bangsa Eropa mengkomersialkannya, bangsa Afrika menjadi budak pemburu gading gajah.

Patah Hati Bikin Kota
- Cintanya ditolak oleh sang ratu, maka pria ini lari dari Inggris dan bermukim ke Amerika. Untuk membuktikan cintanya kepada sang ratu, maka pria ini membangun kota yang di Amerika dan menamai kota ini Virginia, sesuai dengan nama sang ratu, Elizabeth Virgin.

Makanan Sampah Hamburger
- Hamburger sebenarnya termasuk junk food, makanan sampah. Bahan pokonya aberupa roti, selada, daging cacah dan dibentuk bulat berdiameter sekitar 4 cm. Makanan dari Jerman ini menjadia santapan paling kondang di Amerika.

Kaum Hispanik
- Kaum Hispanik merupakan salah satu mayoritas pendudu di AS. Mereka teridiri dari 3 negara yaitu Meksiko, Kuba dan Puerto Rico. Penduduk ini menduduki kelas 2 di AS karena ketidakmampuannya berbahasa Inggis. Kaum Hispanik ini merupakan ras keturunan Spanyol.

Renaissance
- Suatu decade dimana kebudayaan mengalami pembaharuan. Diawali di Perancis, decade ini sekali berubah hamper seluruh benua Eropa mengikuti, utamanya dalam penggunaan mesin-mesin industri. Dekade ini dinamai Renaissance.

Mobil Beetle
- Mobil VW adalah produksi maestro Ferdinan Porsche dibuat atas perintah Hittler untuk rakyat Jerman. Namun diminta menjadi mobil militer yang harus melintas gurun pasir dan hawa dingin Rusia untuk menyerang Negara itu. Pabriknya berada di kota Wolksburg, di Jerman nama VW dikenal sebagai Beetle.

Aba-aba Anjing
- Pelatih anjing menyuruh anjing latihnya dengan aba-aba. Jika anjing ddisuruh berdiri, perintahnya adalah ‘berhenti’. Aba-aba untuk melacak penjahat adalah ‘cari’.

Pedagogi
- Dulu, para budak Eropa mengantar, mengajari dan melindungi anak majikannya ke sekolah, sehingga mereka dijuluki ‘pemimpin anak-anak’. Sekarang cara jitu itu disebut ilmu pedagogi, yakni ilmu seni mengajar secara tersusun dengan arah tujuan atas azas dan metode yang diterapkan di sekolah-sekolah untuk tujuan pendidikan.

Era Puritan
- Pada masa Puritan beberapa abad lalu di Inggris, masa itu sempat membuat pola peperintahan maupun tata kehidupan di Inggris berubah. Banyak teather dan tempat pertunjukan ditutup akrena menurut kaum Puritan tempat itu adlah sumber kemaksiatan. Kaum Puritan adalah kelompok agama Katholi yang berjuang bagi kemurnian agamanya.

Negara Judi
- Jika di Eropa Negara Monaco terkenal sebagai Negara judi. Di Asia juga ada negara judi yakni Macao. Letaknya dekat Hongkong, 3 jam naik perahu. Penguasanya berpangkat gubernur. Negara ini merupakan koloni Portugal.

Organisasi Petualang
- Duke Edinburgh’s Award adalah organisasi di bidang social bagi remaja penggemar petualang. Digagas dan didirikan oleh Pangeran Phillip dari Inggris yang suami sang Ratu Inggris, oraganisasi ini punya 60 negara anggota.

Vini Vidi Vici
- Orang sering mendengar kata vini, vidi, vici. Saya dating, saya lihat, saya menang. Kata ini diciptakan oleh Julius Caesar yang karena kekuatannya, ia tidak memerlukan banyak keringat untuk menaklukkan daerah lain yang didatanginya.

Kota Liliput
- Di kota Hassloch di Jerman akan dijumpai kota liliput. Penduduknya berasal dari dari berbagai penjuru dunia. Mereka hanya punya badan setinggi 85 – 125 cm. Biasanya bekerja sebagai pemian sirkus atau bentuk hiburan lain seperti pelawak.

(bersambung … dibacutke sesuk maneh)

Sajian Sukerta yang Perlu Diruwat

RUWATAN

Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian, atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. Kebudayaan Jawa sebagai subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia, telah mengakar bertahun-tahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup umumnya orang Jawa. Sikap hidup masyarakat Jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi direferensi nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun, hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa, menjadi isian jiwa seni dan budaya Jawa.

Wayang sebagai pertunjukan, merupakan ungkapan-ungkapan dan pengalaman religius yang merangkum bermacam-macam unsur lambang, bahasa gerak,suara, warna dan rupa. Dalam wayang terekam ungkapan pengalaman religius yang “kuno” seperti tampak bahwa pada tahap perkembangannya dewasa ini, masih berperan pula mitos dan ritus, misalkan pada lakon Ruwat atau Murwa Kala.

Secara tradisional, wayang merupakan intisari kebudayaan masyarakat Jawa yang diwarisi secara turun temurun, tidak hanya sekedar tontonan dan tuntunan bagaimana manusia harus bertingkah laku dalam kehidupannya, namun juga merupakan tatanan yang harus dititeni kanti titis. (merupakan hukum alam yang maha teratur yang harus diketahui dan disikapi secara bijaksana) untuk menuju kasunyatan serta mencapai kehidupan sejati. Bagi manusia jawa (manusia yang mengerti sejati) wayang merupakan pedoman hidup, bagaimana mereka bertingkah laku dengan sesama dan bagaimana menyadari hakekatnya sebagai manusia serta bagaimana dapat berhubungan dengan sang penciptanya.

Tradisi “upacara/ritual ruwatan” hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. Dalam cerita “wayang” dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa (jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah pensucian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala.

Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa, maka untuk mensucikan kembali, perlu mengadakan ritual tersebut. Menurut ceriteranya, orang yang manandang sukerto ini, diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma, yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut, akhirnya menjelma menjadi raksasa, yang dalam tradisi pewayangan disebut “Kama salah kendang gumulung”. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan, oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi ,agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. Kata Murwakala/ purwakala berasal dari kata purwa (asal muasal manusia), dan pada lakon ini, yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran: atas ketidak sempurnanya diri manusia, yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden).

Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sbb: Alat musik jawa (Gamelan), Wayang kulit satu kotak (komplit), Kelir atau layar kain, dan Blencong atau lampu dari minyak. Selain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa:

Tuwuhan, yang terdiri dari pisang raja setudun, yang sudah matang dan baik, yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda), pohon tebu dengan daunnya, daun beringin, daun elo, daun dadap serep, daun apa-apa, daun alang-alang, daun meja, daun kara, dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri, bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang, yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala, orang yang diruwat dan lain-lainnya.

Api (batu arang) di dalam anglo, kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Kyai Dalang selama pertunjukan.

Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter, direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang, sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih.

Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah, diantaranya kain sindur, kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah).

Bermacam-macam nasi antara lain: Nasi golong dengan perlengkapannya, goreng-gorengan, pindang kluwih, pecel ayam, sayur menir, dsb. Nasi wuduk dilengkapi dengan ikan lembaran, lalaban, mentimun, cabe besar merah dan hijau brambang, dan kedele hitam. Nasi kuning dengan perlengkapan telur ayam yang didadar tiga biji. Srundeng asmaradana.

Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah, putih, jenang kaleh, jenang baro-baro (aneka bubur).

Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja, jambu, salak, sirih yang diberi uang, gula jawa, kelapa, makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah, kemenyan bunga, air yang ditempatkan pada cupu, jarum dan benang hitam-putih, kaca kecil, kendi yang berisi air, empluk (periuk yang berisi kacang hijau, kedele, kluwak, kemiri, ikan asin, telur ayam dan uang satu sen).

Benang lawe, minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu blencong, sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong.

Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang, bebek sepasang.

Yang berupa sajen antara lain: rujak ditempatkan pada bumbung, rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam), bambu gading linma ros. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng, dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus, sambel gepeng, ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang.

Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk, jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen). Sajen itu dibuang di tempat angker disertai doa (puji/mantra) mohon keselematan.

Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh.

Selesai upacara ngruwat, bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau , kedelai hitam, ikan asin, kluwak, kemiri, telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan.



Yang Perlu Atau Harus Di Ruwat

Menurut kepustakaan “Pakem Ruwatan Murwa Kala” Javanologi gabungan dari beberapa sumber, antara lain dari Serat Centhini (Sri Paku Buwana V), bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang “Sukerta” ada 60 macam penyebab malapetaka, yaitu sebagai berikut:

1.`Ontang-Anting, yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan.

2. Uger-Uger Lawang, yaitu dua orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal.

3. Sendhang Kapit Pancuran, yaitu 3 orang anak, yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke 2 perempuan.

4. Pancuran Kapit Sendhang, yaitu 3 orang anak, yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke 2 laki-laki.

5. Anak Bungkus, yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi (placenta).

6. Anak Kembar, yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar “dampit” yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan (yang lahir pada saat bersamaan).

7. Kembang Sepasang, yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan.

8. Kendhana-Kendhini, yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.

9. Saramba, yaitu 4 orang anak yang semuanya laki-laki.

10. Srimpi, yaitu 4 orang anak yang semuanya perempuan.

11. Mancalaputra atau Pandawa, yaitu 5 orang anak yang semuanya laki-laki.

12. Mancalaputri, yaitu 5 orang anak yang semuanya perempuan.

13. Pipilan, yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki.

14. Padangan, yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang anak perempuan.

15. Julung Pujud, yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam.

16. Julung Wangi, yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari.

17. Julung Sungsang, yaitu anak yang lahir tepat jam 12 siang.

18. Tiba Ungker, yaitu anak yang lahir, kemudian meninggal.

19. Jempina, yaitu anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir.

20. Tiba Sampir, yaitu anak yang lahir berkalung usus.

21. Margana, yaitu anak yang lahir dalam perjalanan.

22. Wahana, yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah.

23. Siwah atau Salewah, yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macam warna, misalnya hitam dan putih.

24. Bule, yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih “bule”

25. Kresna, yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam.

26. Walika, yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil.

27. Wungkuk, yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok.

28. Dengkak, yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol, seperti punggung onta.

29. Wujil, yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek.

30. Lawang Menga, yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya “Candikala” yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan.

31. Made, yaitu anak yang lahir tanpa alas (tikar).

32. Orang yang ketika menanak nasi, merobohkan “Dandhang” (tempat menanak nasi).

33. Memecahkan “Pipisan” dan mematahkan “Gandik” (alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional).

34. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada “tutup keyongnya”.

35. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei (penutup kasur).

36. Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang.

37. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap.

38. Orang yang menempatkan barang di suatu tempat (dandhang - misalnya) tanpa ada tutupnya.

39. Orang yang membuat kutu masih hidup.

40. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu.

41. Orang yang duduk didepan (ambang) pintu.

42. Orang yang selalu bertopang dagu.

43. Orang yang gemar membakar kulit bawang.

44. Orang yang mengadu suatu wadah/tempat (misalnya dandhang diadu dengan dandhang).

45. Orang yang senang membakar rambut.

46. Orang yang senang membakar tikar dengan bambu (galar).

47. Orang yang senang membakar kayu pohon “kelor”.

48. Orang yang senang membakar tulang.

49. Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus.

50. Orang yang suka membuang garam.

51. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela.

52. Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah (dikolong) tempat tidur.

53. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit.

54. Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam (wayah surup).

55. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam 12 siang (wayah bedhug).

56. Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam 12 siang.

57. Orang yang menanak nasi, kemuadian ditinggal pergi ketetangga.

58. Orang yang suka mengaku hak orang lain.

59. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam “lesung” (tempat penumbuk nasi).

60. Orang yang lengah, sehingga merobohkan jemuran “wijen” (biji-bijian).

Demikianlah 60 jenis “Sukerta” yaitu jenis-jenis manusia yang telah dijanjikan oleh Sang Hyang Betara Guru kepada Batara Kala untuk menjadi santapan atau makanannya, bahkan menurut Pustaka Raja Purwa (jilid I halaman 194) karya pujangga R. Ng. Ranggawarsito disebutkan ada 136 macam Sukerta. Menurut mereka yang percaya, orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut di atas dapat menghindarkan diri dari malapetaka (menjadi makanan Betara Kala) tersebut, jika ia mempergelarkan wayangan atau ruwatan dengan cerita Murwakala. Ada juga lakon ruwatan yang misalnya: Baratayuda, Sudamala, Kunjarakarna dll.

Selain Sukerta, terdapat juga “Ruwat Sengkala atau Sang Kala” yang artinya menjadi mangsa Sangkala yaitu jalan kehidupannya sudah terbelenggu serta penuh kesulitan, tidak bisa sejalan dengan alur hukum alam (ruang dan waktu) ini disebabkan oleh kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah lakunya pada masa lalu.

Sesaji Jenang-jenang

Sesaji Jenang-jenang atau bubur, bisa bermacam-macam. Biasanya orang tua memberikan sesaji berupa bubur 7 macam. Jika sulit menemukan bubur apa saja. Inilah macam-macamnya. Di lain waktu ntar ditulis resep membuat bubur-bubur tadi:

1. Jenang Sumsum
2. Jenang Abang
3. Jenang Putih
4. Jenang Abang Putih
5. Jenang Procotan
6. Jenang Manggul
7. Jenang Suran
8. Jenang Baro-baro
9. Jenang Ketan Ireng
10. Jenang Mutiara
11. Jenang Grendhol
12. Jenang Sangkala
13. Jenang Ketan Juruh
14. Jenang Mancawarna
15. Jenang Katul
16. Jenang Jagung
17. Jenang Telo
18. Jenang Sundhul Langit
19. Jenang Pliringan
20. Jenang Palang

Kamis, 05 Maret 2009

Sajian Ila-ila

Ila-ila

Ila-ila adalah kata yang baik-baik. Ila-ila, (mbacanya ilau-ilau). Maknanya adalah sebuah nasehat singkat yang berisi sesuatu yang bersifat tabu, pantangan dan larangan terselubung.

Biasanya orang Jawa dibilang munafik sebab ila-ilanya sulit dijangkau. Ada juga idiom yang dibilang salah, padahal maksudnya sangat terselubung.
Misalnya kalimat

- nrimo ing pandum bukan berarti terima nasib gitu thok lho
- mangan ra mangan angger kumpul bukan berarti asal ngumpul

Kata “cacah gawe bubrah - rukun gawe senantosa” menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. Jadi perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral, adalah pola yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari

Ila-ila Jawa memang bersifat sama-samar, tidak langsung ke arti katanya, sehingga harus didalami maknanya. Banyak ila-ila bersifat sangat terselubung, tidak terbuka, tidak menggambarkan kata yang sesungguhnya. Ila-ila bisa berbentuk ‘piwulang, cangkringan, primbon, tontonan, parikan dan langgam tetembangan.
Ila-ila Jawa bisa disamakan dengan “Pandangan Hidup Wong Jawa”.


Ila-ila sudah berumur ribuan tahun. Didapatkan berdapat ilmu titen, sama seperti primbon. Ila-ila disampaikan secara lesan, menyebar gethuk tular sehingga maknanya bisa berbeda dari yang dituju. Ciri-ciri ila-ila sbb:
- berbentuk kalimat singkat dan sederhana, biasanya berisi pantangan atau larangan, yang apabila dilanggar menimbulkan tekanan bathin.
- Ila-ila dianggap nasehat nenek moyang yang bersifat punya kebenaran sehingga menurun ke anak cucu secara gethok tular dan gugon tuhon.
- Meski ila-ila merupakan nasehat bersifat pantangan, tetapi tidak bersifat mengancam dan menakuti, sekedar nasehat agar perbuatan orang tidak salah asuh.
- Meski banyak ila-ila yang tidak masuk akal, namun ada petunjuk terselubung yang bersifat bagi kelayakan dan kebaikan.
- Ila-ila harus diartikan maknanya, jika tidak mengandung pengertian yang salah.

Beberapa contoh ila-ila adalah sbb:

- Aja dumeh : jangan sok lah
- Kahanan ora langgeng, aja keladuk bungah lan aja nggrantes nandang kasusahan! Nasibselalu berubah, jangan berlebihan mengungkap kegembiraan dan jangan sedih dan putus asa jika mendapatkan musibah..
- Mangan ra mangan angger kumpul. : harus berani merantau,
- Aja adigang, adigung, adiguna. : yang kuat jangan mentang-mentang kuat dan menindas yang lemah, yang lemah seharusnya merasa membutuhkan perlindungan dari yang kuat dan bersikap mengayomi/melindung yang lemah
- Jalma tan kena kinira, jeroning segara bisa didepa, teka : Jangan minder, tapi jangan merasa superior pada siapa saja, suatu saat keadaan dapat berbalik.
- Bener-benere dewe, salah-salahe dewe: benar salah pendapat orang biarin aja nggak usah campur tangan
- Guyup Rukun : rukun sekali
- Aja gumunan nanging aja gampang maido: jangan cepat heran dan kagum, namun jangan keburu mencibir. Cari buktinya
- Cecengilan iku ngedohke rejeki : iri dengki menjauhkan rejeki
- Legi-legi wong ngemut gula : ambil peluang tetapi merugikan teman
- Mambu-mambu yen sega : kerabat yang kena aib jangan dikucilkan
- Luwih becik kalah uwang tinimbang kalah uwong: lebih baik kehilangan uang dari pada kehormatan.
- Kebak sundukan : sudah terlalu banyak perbuatan jahatnya
- Samubarang gawe pikiren dadine/akibate, supaya aja keduwung ing pemburine. Perbuatan harus diperhitungkan akibatnya agar tak sesal nanti.
- Urip iki mung mampir ngombe : hidup hanya mampir minum (ini gue gak cocok…)
- urip mung sakdermo : hidup hanya segitu aja, pasrah (gue kian gak jelas)
- Mumpung urip bisa nglumpukke bondo, kuwoso lan ngumbar hawa napsu.. (aji mumpung bisa hidup berpeluang mengunpulkan harta benda dan mengumbar nafsu
- Akeh wong pinter, langka sing temen lan tememen. Banyak orang pandai, tetapi jarang yang disertai kejujuran dan etos kerja tinggi.
- Ila-ila ujare wong tua : lakukan perbuatan baik walau itu hanya sepele
- Kacang ninggalke lanjaran: sifat anak tak jauh beda dengan orang tuanya, Atau tidak lupa daratan, tak lupa sanak kadang.
- Madu bisa marakake mendem : memberi/menerima yang tidak tepat jadi racun
- Jembar segarane : berlapang dada, sabar seluas lautan
- Jer basuki mawa bea : mau selamat ya harus ada beaya berupa pengorbanan atau tak ada sesuatupun yang bisa diperoleh tanpa perjuangan/ pengorbanan.
- Bibit bebet bobot : cari jodoh harus liat-liat benih dari mana (keluarganya), kekayaannya dan kepandaiannya.
- Didgdaya tanpa aji, sugih tanpa banda, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngalahake/ngasorake. Menyerang tanpa bawa pasukan dan tanpa mengalahkan, kaya tanpa harta. Itikah baik adalah segala-galanya.
- Ngalah duwur mewaksane. Mengalah tak berarti kalah, tetapi menyusun kekuatan dan strategi. Tak asal berani, tunggu lawan lengah hingga dijerat tak berkutik. Mengalahkan tanpa menyakiti.
- Alon-alon asal kelakon = kareben gremet waton slamet = griyak-griyak waton tumindak : pelan tetapi pasti, merayap tetapi selamat dan pelan tapi berbuat
- Ngono ya ngono......ning aja ngono! : Jangan keterlaluan, sebab bisa jadi bumerang yang merugikan diri sendiri.
- Kaya mimi lan mintuna : perkawinan yang kekal abadi hingga kakek nenek
- Lamun sugih aja semugih, lamun pinter aja kuminter: meski kaya dan pinter jangan sok lah.
- Dolanan ula mandi: Melakukan pekerjaan yang penuh resiko
- Gajah ngidak rapah : melanggar aturan yang dibuatnya sendiri
- Glugu ketlusup ruyung: orang yang terpengaruh keburukan
- Milik nggendong lali. Maunya dapat harta karun hingga berani ambil resiko, akibatnya tertipu.