Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 31 Januari 2009

Sesaji Tumpengan







Tumpengan

Semua pasti ngerti, tumpeng adalah sajian nasi beserta lauk pauk lengkap yang dihias di sebuah tampah atau baki. Nasinya berbentuk kerucut. Kadang kerucutnya dibentuk tangga untuk menaruh hiasan.

Tumpeng menjadi semacam symbol selamatan dan kenduri. Tetapi tumpeng bukan sebuah tujuan. Tumpeng hanya salah satu pelengkap dari acara atau keperluan dari suatu upacara. Menu tumpengan adalah salah satu menu yang sudah ada sejak jaman Hindu Budha. Mungkin pembukaan candi Borobudur selesai dibangun 800 SM yl juga diramaikan dengan tumpengan. Tumpengnya hingga kini mengikuti bentuk candinya. (ini mungkin lho).

Di Jawa, hingga kini acara tumpengan tetap menu paling ngetop, ngetrend, paling disukai dan rupanya tanpa tumpeng, sebuah acara hajatan sepertinya kagak lengkap.

Tumpeng bisa dipakai untuk keperluan seperti: mithoni, sepasaran bayi, tedhak siten, khitanan, perkawinan dengan segala ubarampenya, ulang tahun, wisuda, sampai peringatan orang meninggal hingga membangun rumah, jembatan, ngusir setan atau ruwatan, pokoknya segala jenis acara selalu pakai tumpeng. Jadi dengan membuat tumpeng seolah menyiratkan pola tingkah laku manusia dalam kehidupan, daya dan semangat hidup, sikap, cita-cita, perjuangan, tujuan hidup, makna, guna hidup dan yang utama adalah sumber hidup karena Allah.

Kebanyakan orang tahunya makan nasi tumpeng. Bisa tumpeng gudangan, tumpeng nasi liwet atau tumpeng nasi kuning. Tumpeng sendiri punya bermacam bentuk, jenis, penggunaan dan ukuran. Pasti ada yang nanya, apa sih maknanya?

Gini lho. Kata simbah-simbah, tumpeng berbentuk mengerucut ke atas sebagai symbol keyakinan dan keteguhan imam kepada Allah. Kalau tumpengnya berbentuk seperti gunungan wayang melambangkan taat kepada Allah dan permohonan kesejahteraan dan kesuburan tanah air disertai ketaqwaan menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Kalau tumpengnya berbentuk gede seperti Gunungan Sekaten di Solo dan Yogya, sebagai lambang tanah subur dan rakyat sejahtera karena Allah. Ada tumpeng berbentuk seperti Apem pasung, artinya perhormatan untuk leluhur dan saling hormat antar sesama.

Tupeng dibuat dengan tujuan selain mengucapkan syukur dan memohonan ampunan kepada Allah, juga harapan atas masa depan yang dicita-citakan.Tumpeng punya berbagai jenis dan warna. Namanyapun juga berbeda-beda sesuai dengan tujuan dibuatnya tumpeng.
- Tumpeng sasaran : Tumpeng Among-among, Tumpeng Nurseta, Tumpeng
Ramyang,
- Tumpeng racikan : Tumpeng Megono
- Tumpeng jumlah : Tumpeng Sewu
- Tumpeng warna : Tumpeng laras laris
- Tumpeng bentuk : Tumpeng alus, tumpeng Sanggabuwana
- Tumpeng cita-cita : Tumpeng Kuncara, tumpeng Robyong, Tumpeng Kabuli,
Tumpeng Slametan, Tumpeng Betuwah dsb
- Tumpeng guna : Tumpeng Langkahan, Tumpeng Kencana dan Gadhing.
- Tentu masih ada lagi yang lain.

Tata cara pelaksanaan tumpeng sbb:
- Harus dengan doa sesuai dengan tujuan
- Sesudah doa, adakan potong tumpeng oleh yang mengadakan acara sebagai makna atau lambang terima kasih atas tercapainya harapan selama ini.
- Potongan tumpeng utama diberikan kepada orang yang paling special.
- Pembagian, perebutan dan makan tumpeng kepada seluruh hadirin sebagai tanda sama rasa sama rata kebahagiaan yang dirasakan yang punya hajad..


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar