Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 05 Maret 2009

Sajian Ila-ila

Ila-ila

Ila-ila adalah kata yang baik-baik. Ila-ila, (mbacanya ilau-ilau). Maknanya adalah sebuah nasehat singkat yang berisi sesuatu yang bersifat tabu, pantangan dan larangan terselubung.

Biasanya orang Jawa dibilang munafik sebab ila-ilanya sulit dijangkau. Ada juga idiom yang dibilang salah, padahal maksudnya sangat terselubung.
Misalnya kalimat

- nrimo ing pandum bukan berarti terima nasib gitu thok lho
- mangan ra mangan angger kumpul bukan berarti asal ngumpul

Kata “cacah gawe bubrah - rukun gawe senantosa” menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. Jadi perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral, adalah pola yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari

Ila-ila Jawa memang bersifat sama-samar, tidak langsung ke arti katanya, sehingga harus didalami maknanya. Banyak ila-ila bersifat sangat terselubung, tidak terbuka, tidak menggambarkan kata yang sesungguhnya. Ila-ila bisa berbentuk ‘piwulang, cangkringan, primbon, tontonan, parikan dan langgam tetembangan.
Ila-ila Jawa bisa disamakan dengan “Pandangan Hidup Wong Jawa”.


Ila-ila sudah berumur ribuan tahun. Didapatkan berdapat ilmu titen, sama seperti primbon. Ila-ila disampaikan secara lesan, menyebar gethuk tular sehingga maknanya bisa berbeda dari yang dituju. Ciri-ciri ila-ila sbb:
- berbentuk kalimat singkat dan sederhana, biasanya berisi pantangan atau larangan, yang apabila dilanggar menimbulkan tekanan bathin.
- Ila-ila dianggap nasehat nenek moyang yang bersifat punya kebenaran sehingga menurun ke anak cucu secara gethok tular dan gugon tuhon.
- Meski ila-ila merupakan nasehat bersifat pantangan, tetapi tidak bersifat mengancam dan menakuti, sekedar nasehat agar perbuatan orang tidak salah asuh.
- Meski banyak ila-ila yang tidak masuk akal, namun ada petunjuk terselubung yang bersifat bagi kelayakan dan kebaikan.
- Ila-ila harus diartikan maknanya, jika tidak mengandung pengertian yang salah.

Beberapa contoh ila-ila adalah sbb:

- Aja dumeh : jangan sok lah
- Kahanan ora langgeng, aja keladuk bungah lan aja nggrantes nandang kasusahan! Nasibselalu berubah, jangan berlebihan mengungkap kegembiraan dan jangan sedih dan putus asa jika mendapatkan musibah..
- Mangan ra mangan angger kumpul. : harus berani merantau,
- Aja adigang, adigung, adiguna. : yang kuat jangan mentang-mentang kuat dan menindas yang lemah, yang lemah seharusnya merasa membutuhkan perlindungan dari yang kuat dan bersikap mengayomi/melindung yang lemah
- Jalma tan kena kinira, jeroning segara bisa didepa, teka : Jangan minder, tapi jangan merasa superior pada siapa saja, suatu saat keadaan dapat berbalik.
- Bener-benere dewe, salah-salahe dewe: benar salah pendapat orang biarin aja nggak usah campur tangan
- Guyup Rukun : rukun sekali
- Aja gumunan nanging aja gampang maido: jangan cepat heran dan kagum, namun jangan keburu mencibir. Cari buktinya
- Cecengilan iku ngedohke rejeki : iri dengki menjauhkan rejeki
- Legi-legi wong ngemut gula : ambil peluang tetapi merugikan teman
- Mambu-mambu yen sega : kerabat yang kena aib jangan dikucilkan
- Luwih becik kalah uwang tinimbang kalah uwong: lebih baik kehilangan uang dari pada kehormatan.
- Kebak sundukan : sudah terlalu banyak perbuatan jahatnya
- Samubarang gawe pikiren dadine/akibate, supaya aja keduwung ing pemburine. Perbuatan harus diperhitungkan akibatnya agar tak sesal nanti.
- Urip iki mung mampir ngombe : hidup hanya mampir minum (ini gue gak cocok…)
- urip mung sakdermo : hidup hanya segitu aja, pasrah (gue kian gak jelas)
- Mumpung urip bisa nglumpukke bondo, kuwoso lan ngumbar hawa napsu.. (aji mumpung bisa hidup berpeluang mengunpulkan harta benda dan mengumbar nafsu
- Akeh wong pinter, langka sing temen lan tememen. Banyak orang pandai, tetapi jarang yang disertai kejujuran dan etos kerja tinggi.
- Ila-ila ujare wong tua : lakukan perbuatan baik walau itu hanya sepele
- Kacang ninggalke lanjaran: sifat anak tak jauh beda dengan orang tuanya, Atau tidak lupa daratan, tak lupa sanak kadang.
- Madu bisa marakake mendem : memberi/menerima yang tidak tepat jadi racun
- Jembar segarane : berlapang dada, sabar seluas lautan
- Jer basuki mawa bea : mau selamat ya harus ada beaya berupa pengorbanan atau tak ada sesuatupun yang bisa diperoleh tanpa perjuangan/ pengorbanan.
- Bibit bebet bobot : cari jodoh harus liat-liat benih dari mana (keluarganya), kekayaannya dan kepandaiannya.
- Didgdaya tanpa aji, sugih tanpa banda, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngalahake/ngasorake. Menyerang tanpa bawa pasukan dan tanpa mengalahkan, kaya tanpa harta. Itikah baik adalah segala-galanya.
- Ngalah duwur mewaksane. Mengalah tak berarti kalah, tetapi menyusun kekuatan dan strategi. Tak asal berani, tunggu lawan lengah hingga dijerat tak berkutik. Mengalahkan tanpa menyakiti.
- Alon-alon asal kelakon = kareben gremet waton slamet = griyak-griyak waton tumindak : pelan tetapi pasti, merayap tetapi selamat dan pelan tapi berbuat
- Ngono ya ngono......ning aja ngono! : Jangan keterlaluan, sebab bisa jadi bumerang yang merugikan diri sendiri.
- Kaya mimi lan mintuna : perkawinan yang kekal abadi hingga kakek nenek
- Lamun sugih aja semugih, lamun pinter aja kuminter: meski kaya dan pinter jangan sok lah.
- Dolanan ula mandi: Melakukan pekerjaan yang penuh resiko
- Gajah ngidak rapah : melanggar aturan yang dibuatnya sendiri
- Glugu ketlusup ruyung: orang yang terpengaruh keburukan
- Milik nggendong lali. Maunya dapat harta karun hingga berani ambil resiko, akibatnya tertipu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar